
Opor Ayam
Biasanya ayam yang aku pakai buat opor adalah ayam jantan, itu lho ayam ras tapi yang laki-laki, jadi karena ngga' bisa bertelur , masih muda udah langsung dipotong.
Rasa dagingnya empuk dan dijamin ngga ada lemaknya.
Saya kurang suka membuat opor pake ayam kampung, karena biasanya rasa ayamnya akan lari ke kaldunya dan daging ayam terasa jadi sepo (itu bahasanya orang jawa yang artinya berasa tawar).
Tapi kalo pakai ayam jantan bumbu2 dan rasa santannya akan masuk meresap ke ayamnya dan daging ayamnya terasa empuk dan dagingnya tetap berasa gurih.
Bahannya :
- 1 ekor ayam potong 8 atau 12 tergantung selera.
- 2 kara santan
- 10 bawang merah
- 6 bawang putih
- 1 sdt ketumbar
- merica/ lada halus secukupnya secukupnya
- jahe secukupnya digeprek
- lengkuas secukupnya digeprek
- 1 ruas jari kunyit
- 2 batang serai digeprek
- 3 lembar daun salam
- 5 gelas air
- 2 sdm minyak sayur
- 1 sdt garam
- 1 sdm gula jawa yang sudah disisir.
- sedikit gula pasir
- 1 bungkus masako rasa ayam
Caranya :
-Haluskan bumbu2 bawang merah, bawang putih, kunyit, ketumbar, merica.
-Panaskan minyak di wajan, masukkan bumbu yang sudah dihaluskan tadi, masukkan jahe, lengkuas, serai dan daun salam, tambahkan garam, gula merah, gula pasir, dan masako.
Tumis sampai harum dan kekuningan,
Masukkan ayamnya, aduk rata, tambahkan sedikit air, tutup, diungkep sampai keluar air yang dari daging ayamnya.
-Masukkan kara santan, tambahkan 5 gelas air, aduk rata.
-Godok sampai mendidih dan ayam empuk sambil diaduk agar santan tidak pecah.
-Angkat, tempatkan di mangkuk saji, taburi bawang goreng.
- Sajikan.






